Kamis, 01 Mei 2014

Terror Call

Malam-malam Vivi sendirian dirumahnya karena kedua orangtuanya berangkat menjenguk nenek Vivi yang sakit.
Vivi tidak bisa ikut karena besok harus sekolah.
Vivi berbaring dikamarnya dengan perasaan cemas&ketakutan.
Kriing!!
Telepon rumah berdering.
Vivi berjalan keluar menuju ruang tamu dengan menyalakan semua lampu dan mengangkatnya.
"Halo?" tak ada jawaban,sunyi hening.
Vivi menutupnya,tapi tiba-tiba telepon itu berdering kembali.
"Haaloo?!" seru Vivi mengangkatnya dengan kesal.
Terdengar suara lirih seorang perempuan dan tawa seorang laki-laki yang menggema.
Vivi ketakutan dan segera menutup telepon itu,ia berlari menuju kamarnya dan membalut seluruh tubuhnya dengan selimut.
Tok!Tok!Tok!Tok!
Terdengar bunyi ketukan dari balik jendela.
Perlahan-lahan Vivi membuka tirai jendela kamarnya.
Tak ada apapun.Tiba-tiba telepon berdering kembali.
Vivi tak mau mengangkatnya,namun telepon itu terus berdering.
Vivi menyerah dan mengangkatnya.
"Kenapa malam-malam sendirian dirumah?Apa kamu mau mengundangku bermain?" tanya seorang anak perempuan.
"Jangan keluar rumah kalau tidak mau main malam-malam" kata seorang anak laki-laki.
Vivi menutupnya tanpa menjawab.
Sekali lagi terdengar bunyi ketukan,kali ini datangnya dari pintu depan.Vivi membukanya perlahan sambil mengintip.
"Main,yuk!" kata sebuah boneka perempuan yang tubuhnya menyatu dengan boneka laki-laki dengan tersenyum mengerikan.
"Mimpi yang indah" gumam boneka laki-laki itu tertawa.
Vivi kira ia salah lihat,namun matanya masih normal.
Kedua boneka itu benar-benar berbicara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar