Kamis, 01 Mei 2014

Bloody Umbrella,Say Goodbye

Saat ulangtahunku yang kesepuluh,Rolland memberiku payung itu sebagai hadiah.
Payung berwarna merah dengan motif kotak-kotak yang indah.
"Waduh!Hujan,nih!Aku harus cepet pulang,adikku sendirian di rumah nanti kasihan dia takut!" seru Rolland buru-buru membereskan buku-bukunya.
Hari ini aku kerja kelompok dengan Rolland,Margareth dan Teddy di rumahku untuk tugas kelompok.
"Ya,udah pake aja payung ini.Kamu nggak bawa payung,kan?" tawarku pada Rolland dengan menyodorkan payung hadiah darinya.
"Waduh!Aku lupa bawa payung.Bener boleh?Kamu,kan suka payung ini" tanya Rolland memandangku ragu.
"Sudah,pake aja!Cepet pulang biar Lala nggak ketakutan lagi di rumah" jawabku mendesaknya.
Rolland menerima payung itu.
"Makasih,ya Ruby!Besok kukembalikan,aku pulang dulu semua!" seru Rolland buru-buru lari keluar tanpa mendengarkan balasan dari Teddy dan Margareth untuk pamitannya itu.
"Adiknya Rolland masih kecil,ya?Kok,takut sendirian" tanya Teddy.
"Iya,masih umur 5 tahun.Kasihan,kan sendirian" jawab Margareth.
"Memangnya orangtua mereka pergi?" tanya Teddy lagi.
"Iya,kata Rolland mamanya mengantar papanya yang mau dinas ke luar kota" jawabku.
Kami lanjutkan pekerjaan kami tanpa Rolland.Saat itu kami tenang-tenang saja.
Esoknya Rolland tidak masuk sekolah.Tidak ada yang tahu penyebab dia absen hari ini,aku jadi agak cemas.
Hari ini turun hujan yang jauh lebih deras daripada kemarin.
Aku nggak bisa pulang soalnya lupa bawa payung dan aku selalu ke sekolah dengan berjalan kaki,begitupun pulang ke rumah.
Akhirnya kuputuskan untuk lari aja ke rumah!
Belum sampai lima langkah,suara seseorang yang kukenal memanggilku.
"Ruby?Mau pulang?" tanya Rolland tersenyum.
Dia memakai payung yang kemarin kupinjamkan.
"Rolland?!Ya,ampun!Kenapa kamu nggak masuk?" seruku kaget melihatnya.
Rolland hanya diam dan tersenyum.
"Kamu mau pulang,kan?Ayo,pulang sama-sama.Aku juga sekalian kembalikan payungmu ini" kata Rolland.
Aku menerima tawaran itu dan kami sepayung lalu pulang bersama.
"Hei,kenapa kamu tadi nggak masuk?Nggak kasih kabar juga ke sekolah" sergahku.
Kali ini Rolland hanya tertawa,dan lagi-lagi tak menjawab.
"Terimakasih buat payungnya,tapi kemarin aku nggak sempat pulang" kata Rolland.
"Apa?Kenapa begitu?" tanyaku kaget.
"Ada hambatan,tapi tadi pagi aku sudah pulang" jawab Rolland.
Aku sama sekali tak mengerti apa yang dikatakannya,tapi aku tak mempedulikannya karena perhatianku berpusat pada bau amis yang menusuk hidungku.
"Kamu nggak mencium bau amis?Kayak bau darah" tanyaku sambil mengendus-endus.
"Ooh,jangan khawatir.Itu bau darahku,kok" kata Rolland tertawa.
Jantungku berdebar keras mendengarnya!Badanku gemetaran hingga tak bisa jalan dengan benar.
JDEERR!!Tiba-tiba petir menghantam langit keras-keras hingga mengguncang gendang telinga setiap orang yang mendengarnya.
Disaat yang bersamaan,tubuh Rolland mendadak berlumuran darah.
Ia tersenyum dan menyodorkan payung merah itu padaku.
"Selamat tinggal,Ruby" gumamnya tersenyum menyeringai.Wajahnya yang berubah menjadi sama seramnya dengan hantu.
Aku sempat merasa takut,tapi kemudian merasa bersyukur bisa bertemu Rolland untuk terakhir kalinya.
Seketika itu Rolland lenyap tanpa jejak.Payung itu tergeletak diatas tanah dan hujan menyerangku lagi.
Saat Rolland mengakui semuanya,tak sedikitpun kedua mataku berkedip.
Sampai di rumah,mamaku memberitahu bahwa Rolland kemarin tertimpa kecelakaan saat akan pulang dan meninggal,pagi tadi baru dimakamkan.
Selamat jalan,Rolland.Darahmu yang menempel pada payung hadiah darimu tak akan kuhapus,sebagai kenang-kenangan terakhir darimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar