Kamis, 01 Mei 2014

Dangerous Game

Jimmy dan Raven sangat bersemangat begitu sampai divila tempat mereka menginap dengan teman-teman sekelas.
Acara menginap itu bukan acara menginap biasa karena dikhususkan untuk melakukan permainan yang menguji nyali.
Mereka semua berkumpul diaula vila itu.
"Pegang gelas kaca masing-masing erat-erat.Cobalah masuk kedalam karpet kecil itu dan katakan 'datanglah' sebanyak tiga kali.Kalau gelasmu pecah,berarti roh yang kamu panggil datang memenuhi panggilanmu.Tapi jangan sampai tergores pecahan gelasmu,karena kalau sampai terjadi akan membuatmu dibawa keneraka oleh makhluk yang mengerikan!" kata Betty sang ketua kelas memberi instruksi.
Sudah lima anak melakukannya tapi tak ada pertanda apapun.
Kini giliran Raven melakukan instruksi Betty tadi.
Gelasnya gemetaran dengan sendirinya dan akhirnya pecah!
Tapi karena Raven terlalu senang tak sengaja ia menggenggam kuat-kuat pecahan gelasnya dan tergores hingga berdarah.
Dengan jelas Raven merasa kedua kakinya ditahan oleh dua tangan kurus.
Ia tak berani melihat kebawah dan semua anak menjerit ketakutan dan berhamburan,tapi kemudian mereka jatuh pingsan.
Hanya seorang yang tak pingsan.
Tetapi wajahnya menjadi sangat mengerikan.
Bola matanya menjadi merah kecoklatan,ditangan kanannya muncul simbol yang dilihat Raven dikarpet kecil tempatnya berdiri,suaranya mengerang seperti monster,kulitnya mengering seperti tanah dan rambutnya berubah menjadi sangat panjang dan rambutnya mencekik leher Raven.
"Kita dapat teman baru,kak.Ayo,kita bawa pulang....keneraka" gumam perempuan itu lirih dengan senyum menyeringai.
Esok paginya semua orang yang ikut permainan itu bangun dalam keadaan sudah dikamar masing-masing dan bersiap pulang setelah makan.Jimmy mencari-cari teman sekamarnya divila itu tapi tak kunjung ditemukannya.
"Betty,apa kau melihat Raven?aku tidak melihatnya sejak tadi bangun"tanya Jimmy.
"Kau masih mengingatnya?padahal dia sudah pergi keneraka dan tak ada yang mengingatnya.Apa kau mau menyusulnya?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar