Jimmy dan Raven sangat bersemangat begitu sampai divila tempat mereka menginap dengan teman-teman sekelas.
Acara menginap itu bukan acara menginap biasa karena dikhususkan untuk melakukan permainan yang menguji nyali.
Mereka semua berkumpul diaula vila itu.
"Pegang
gelas kaca masing-masing erat-erat.Cobalah masuk kedalam karpet kecil
itu dan katakan 'datanglah' sebanyak tiga kali.Kalau gelasmu
pecah,berarti roh yang kamu panggil datang memenuhi panggilanmu.Tapi
jangan sampai tergores pecahan gelasmu,karena kalau sampai terjadi akan
membuatmu dibawa keneraka oleh makhluk yang mengerikan!" kata Betty
sang ketua kelas memberi instruksi.
Sudah lima anak melakukannya tapi tak ada pertanda apapun.
Kini giliran Raven melakukan instruksi Betty tadi.
Gelasnya gemetaran dengan sendirinya dan akhirnya pecah!
Tapi karena Raven terlalu senang tak sengaja ia menggenggam kuat-kuat pecahan gelasnya dan tergores hingga berdarah.
Dengan jelas Raven merasa kedua kakinya ditahan oleh dua tangan kurus.
Ia tak berani melihat kebawah dan semua anak menjerit ketakutan dan berhamburan,tapi kemudian mereka jatuh pingsan.
Hanya seorang yang tak pingsan.
Tetapi wajahnya menjadi sangat mengerikan.
Bola
matanya menjadi merah kecoklatan,ditangan kanannya muncul simbol yang
dilihat Raven dikarpet kecil tempatnya berdiri,suaranya mengerang
seperti monster,kulitnya mengering seperti tanah dan rambutnya berubah
menjadi sangat panjang dan rambutnya mencekik leher Raven.
"Kita dapat teman baru,kak.Ayo,kita bawa pulang....keneraka" gumam perempuan itu lirih dengan senyum menyeringai.
Esok
paginya semua orang yang ikut permainan itu bangun dalam keadaan sudah
dikamar masing-masing dan bersiap pulang setelah makan.Jimmy
mencari-cari teman sekamarnya divila itu tapi tak kunjung ditemukannya.
"Betty,apa kau melihat Raven?aku tidak melihatnya sejak tadi bangun"tanya Jimmy.
"Kau masih mengingatnya?padahal dia sudah pergi keneraka dan tak ada yang mengingatnya.Apa kau mau menyusulnya?"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar